Siapa yang tak kenal dengan Buah Kelapa atau yang biasa disebut Cocos nucifera dalam bahasa latinnya.Kelapa merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna.Mulai dari akar,kayu,daun,lidi,bunga,dan buahnya semua sangat bermanfaat.

Kelapa secara alami banyak tumbuh di daerah pantai dan pohonnya bisa mencapai ketinggian 30 m. Konon tumbuhan ini berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropis.Sebagai contoh Desa Kabuaran yang juga merupakan salah satu daerah tropis.Di desa banyak terdapat tumbuhan kelapa yang kadang buahnya hanya di jual begitu saja kepada pengepul.

Namun di tangan pengrajin kelapa seperti Bapak Salim Riyadi,’’daging” buah kelapa diolah menjadi kopra dan mampu menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya.Kopra adalah bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Kopra juga merupakan salah satu produk unggulan di Desa Kabuaran ini.Beliau mulai merintis usahanya sekitar setahun yang lalu.Usaha tersebut memiliki 3 orang tenaga kerja.

Dalam proses pembuatan kopra,setiap butir kelapa di pecah kemudian daging buahnya diambil lalu diparut.Kulit kelapa(bathok) biasanya terbagi menjadi 2 bagian untuk bathok bagian atas digunakan sebagai bahan bakar,bathok bagian bawahnya di jual kepada pengepul untuk dibuat kerajinan.Sedangkan air kelapa yang dihasilkan juga ditampung dan dijual kepada pengrajin nata de coco.Setelah  kelapa selesai diparut,kemudian di press menggunakan alat press manual dan dilanjutkan menggunakan alat press yang lebih canggih agar santan yang dihasilkan benar-benar maksimal.Sisa parutan kelapa kemudian diolah menjadi kethek(blendho).Lalu santan yang dihasilkan dari proses pemerasan tadi kemudian di panaskan di atas tungku menggunakan wajan besar dengan api yang dihasilkan oleh limbah bathok tadi.

Sekitar kurang lebih 8jam proses pemasakan akan menghasilkan minyak mentah.Biasanya dari hasil pengolahan 200 butir kelapa bisa menghasilkan 18 kg Kethek(blendho) dan minyak kelapa sebanyak 17 kg.Namun itu juga tergantung dari besar kecilnya kelapa yang dipergunakan.Harga jual untuk per/kg kethek yaitu Rp 25.000,00 sedangkan minyak kelapa per/kg mencapai Rp 13.000,00.

Pemasaran hasil produksipun tidak susah,tak jarang warga sekitar juga membeli minyak hasil produksi Bpk.Salim Riyadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Minyak kelapa memang berbeda dengan minyak sawit.Selain memiliki aroma yang khas,minyak kelapa juga lebih jernih dibanding minyak-minyak yang lainnya.Dan hasil masakan yang menggunakan minyak kelapa memang lebih terasa gurih/enak menurut para penggemarnya.

Minyak tersebut biasanya dikirim ke pabrik-pabrik minyak Jogjakarta ataupun Semarang yang kemudian akan diolah kembali menjadi minyak kemasan.Proses pengiriman hasil produksi ini biasanya dilakukan setiap 2 hari sekali,ataupun sebanyak pesanan yang diinginkan oleh konsumen.Melihat prospek yang sangat bagus selain bahan baku yang mudah didapat,pengolahan yang tak begitu rumit,serta pangsa pasar yang menjanjikan, maka beliau akan menekuni bisnis ini dengan sungguh-sungguh dan berharap bisa menjadi produk yang diminati oleh seluruh masyarakat.

Ditulis Oleh :Administrator SID
Pada : 01 April 2013 01:14:57 WIB

Komentar Artikel Terkait

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar